Distributor Gas di Kolaka Diduga Curangi Konsumen

Kompas.com - 08/08/2012, 12:42 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com -- Dua pekan menjelang Hari Raya idul fitri, di Kota Kolaka Sulawesi Tenggara para distributor gas elpiji sudah mulai bertingkah. Seorang warga, Zainal mengaku tertipu ketika membeli gas elpiji dengan ukuran 12 kilogram di salah satu distributor resmi terbesar di Kolaka. Gas elpiji dengan berat semestinya 12 kilogram ternyata berubah menjadi 4 kilogram.

"Saya beli di Kolaka Putra. Tabung gas elpiji saya kan yang 12 kilogram, tapi setelah di rumah, saya lihat jarum petunjuk isi gas hanya berada di angka empat. Dan memang tabung tersebut relatif ringan saya angkat. Ternyata sekitar tujuh kilogram saja isinya itu tabung gas yang saya beli. Harganya sendiri memakai harga normal yaitu Rp 130.000. Harga itu kan untuk harga tabung gas elpiji yang normal yaitu isi 12 kilogram," akunya, Rabu (08/08/2012).

Dia juga menambahkan dugaan kecurangan dirstributor gas ini bukan kali pertama. Beberapa hari yang lalu, beberapa orang juga mengalami hal yang sama.

Selain distributor Kolaka Putra yang diduga melakukan kecurangan pada konsumen, warga lainnya, Suherman juga mengakui juga menjadi korban kecurangan di distributor Mitra Gas. "Saya mengalami hal yang sama, kejadiannya sama juga, saya beli dengan harga normal untuk ukuran 12 kilogram. Setelah tiba di rumah ternyata berkurang isi tabung tersebut hingga lima kilogram. Kalau bisa, ini menjadi temuan yang berarti lah bagi dinas terkait," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Minyak dan Gas Dinas Pertambangan dan Energi Kolaka Anhar Mendong menegaskan, keluhan warga ini adalah temuan.

"Ini adalah temuan. Nanti kita akan lakukan sidak ke tempat mereka. Pendataan akan kita lakukan juga, terus meminta keterangan dari pemilik distributor kenapa bisa terjadi seperti itu. Apakah ini kesalahan atau memang ada faktor lain yang mempengaruhi. Karena kalau masalah yang begini bukan hanya Distamben saja yang harus melakukan penindakan, akan tetapi ada juga Dinas Perdagangan. Nantilah kita kordinasi dengan dinas lain baru lakukan pemeriksaan," tegasnya.

Beberapa pengelola distributor gas resmi di Kolaka enggan memberikan keterangan terkakit dengan permasalahan ini. Sikap dari para distributor pun yang terkesan tertutup ini sangat disayangkan oleh para warga yang telah menjadi korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau