KOLAKA, KOMPAS.com -- Dua pekan menjelang Hari Raya idul fitri, di Kota Kolaka Sulawesi Tenggara para distributor gas elpiji sudah mulai bertingkah. Seorang warga, Zainal mengaku tertipu ketika membeli gas elpiji dengan ukuran 12 kilogram di salah satu distributor resmi terbesar di Kolaka. Gas elpiji dengan berat semestinya 12 kilogram ternyata berubah menjadi 4 kilogram.
"Saya beli di Kolaka Putra. Tabung gas elpiji saya kan yang 12 kilogram, tapi setelah di rumah, saya lihat jarum petunjuk isi gas hanya berada di angka empat. Dan memang tabung tersebut relatif ringan saya angkat. Ternyata sekitar tujuh kilogram saja isinya itu tabung gas yang saya beli. Harganya sendiri memakai harga normal yaitu Rp 130.000. Harga itu kan untuk harga tabung gas elpiji yang normal yaitu isi 12 kilogram," akunya, Rabu (08/08/2012).
Dia juga menambahkan dugaan kecurangan dirstributor gas ini bukan kali pertama. Beberapa hari yang lalu, beberapa orang juga mengalami hal yang sama.
Selain distributor Kolaka Putra yang diduga melakukan kecurangan pada konsumen, warga lainnya, Suherman juga mengakui juga menjadi korban kecurangan di distributor Mitra Gas. "Saya mengalami hal yang sama, kejadiannya sama juga, saya beli dengan harga normal untuk ukuran 12 kilogram. Setelah tiba di rumah ternyata berkurang isi tabung tersebut hingga lima kilogram. Kalau bisa, ini menjadi temuan yang berarti lah bagi dinas terkait," ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Minyak dan Gas Dinas Pertambangan dan Energi Kolaka Anhar Mendong menegaskan, keluhan warga ini adalah temuan.
"Ini adalah temuan. Nanti kita akan lakukan sidak ke tempat mereka. Pendataan akan kita lakukan juga, terus meminta keterangan dari pemilik distributor kenapa bisa terjadi seperti itu. Apakah ini kesalahan atau memang ada faktor lain yang mempengaruhi. Karena kalau masalah yang begini bukan hanya Distamben saja yang harus melakukan penindakan, akan tetapi ada juga Dinas Perdagangan. Nantilah kita kordinasi dengan dinas lain baru lakukan pemeriksaan," tegasnya.
Beberapa pengelola distributor gas resmi di Kolaka enggan memberikan keterangan terkakit dengan permasalahan ini. Sikap dari para distributor pun yang terkesan tertutup ini sangat disayangkan oleh para warga yang telah menjadi korban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang